Kota Baturaja sebagai sebuah kota transit yang dilalui jalur antar propinsi Lintas Sumatera sudah sejak lama ‘mempunyai’ aktifitas hiburan malam. Bahkan ada beberapa kawasan yang sudah dikenal oleh masyarakat setempat sebagai daerah industri jasa seks, menyediakan WPS. Orang seringkali menyebutnya lokalisasi, walaupun sebenarnya bukan lokalisasi karena kawasan tersebut tidak pernah diresmikan atau dibina oleh Pemerintah.
Selain kawasan tertentu, aktifitas WPS juga berlindung di beberapa tempat usaha / bisnis sebagai tameng seperti Panti Pijat Urut, Salon, Karaoke dan lain-lain.
Kembali dengan dukungan The Global Fund melalui GF ATM Komponen AIDS Propinsi Sumatera Selatan dan Klinik VCT Merpati RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, PITA melakukan Penjangkauan ke lokasi-lokasi potensial dengan tujuan Penyuluhan HIV/AIDS dan Promosi Kondom.
Relawan PITA dan Tim Klinik VCT disambut ramah oleh kelompok yang dijangkau. Hanya ada 1 lokasi (Karaoke) yang Pengelolanya masih ragu menemui tim, sehingga di lokasi ini kami tidak menghasilkan apapun.
Dari 40 orang yang dijangkau di berbagai lokasi, ada 21 orang yang langsung mengadakan Tes Darah. Alhamdulillah semuanya Negatif HIV.

Karaoke Girl 1
Maaf ya, foto-foto lengkap tidak bisa kami tampilkan untuk menjaga privacy klien.





